Minggu, 21 Agustus 2022

HUT RI ke 77, Ketua Forum BPD Kab.Bekasi : 'Saya Berharap Pemkab Bekasi Instruksikan Istighosah Dimalam Puncak!'

 

 
 
KABUPATEN BEKASI, MM - Kegiatan Lomba Gerak Jalan di gelar Desa Sumber Jaya dengan melibatkan kurang lebih 40 Rw dari total keseluruhan 58 Rw dengan 380 Rt yang ada di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, pada Sabtu (20/06/2022) pagi.

Acara lomba yang masuk dalam bagian rangkaian kegiatan menyambut HUT RI ke 77 sejak pengibaran bendera sang saka merah putih pada 17 Agustus 2022 beberapa hari yang lalu yang berkelanjutan sampai malam puncak yang akan di laksanakan malam Minggu (20/08/2022) ini. Acara dihadiri oleh Kepala Desa Sumber Jaya, Matam beserta Jajarannya, Ketua BPD Sumber Jaya, H Karno serta seluruh warga yang mengikuti perlombaan berikut para warga simpatisan dan para Ketua Rw di masing-masing wilayah.

Kegiatan lomba gerak jalan yang memperebutkan Door Prize berupa Sepeda, peralatan elektronik dan sembako dari Kades Sumber Jaya dengan dilengkapi uang tunai untuk juara pertama sebesar Rp 2.500.000,-

Dalam penyampaiannya Kades Sumber Jaya, Matam mengucapkan banyak terima kasih atas hadirnya serta dukungan masyarakat terhadap kegiatan tersebut sehingga dapat terlaksana kegiatan Lomba Gerak Jalan yang melibatkan seluruh warga Rw masing0masing di Desa Sunber Jaya.

Dalam keterangannya pada Awak Media di lokasi Ketua BPD Sumber Jaya, H Karno mengatakan bahwa,”Kegiatan Sumber Jaya untuk rentetan memerihkan HUT RI. Hari ini ada kegiatan gerak jalan tingkat Desa, kalau kemaren kita ada pentas Qasidahan yang sebelumnya ada pengibaran bendera,” ungkap H Karno yang juga sebagai Ketua Forum BPD Kabupaten Bekasi.

“Bicara rentetannya di Sumber Jaya bikin upacara walaupun di hari pengibaran bendera saya ikut kegiatan di Kabupaten. Karena saya Ketua Forum BPD Kabupaten tapi saya ikut menjadi Inspektur untuk penurunannya, karena tetep walaupun saya Krtua Kabupaten, saya di Provinsi, dasar sayakan di Desa, jadi engga boleh lupa Desa..harus fokus,”imbuhnya.

Menurut H Karno, Desa Sumber Jaya sudah lama tidak menyelenggarakan berbagai kegiatan di karenakan kendala Covid-19 yang menghentikan berbagai kegiatan secara langsung.

“Puncaknya nanti malam, kita Istigisah di’a bersama sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Karena memang kita dalam momen begini selain kita nanti malem kita kirim Do’a bersama kepada para pahlawan pejuang bangsa, instropeksi diri bagaimana mengisi kemerdekaan...kan harus disiapin momen-momen perayaan masyarakat kita biar ceria..biar gembira. Mangkanya hari ini gerak jalan, ada Door Prize dan banyak hadiah,”terang Karno.

:Alhamdulillah secara umum berjalan bagus secara khusus ada sedikit-sedikit kendala namun tidak terlalu sighnifikan kayak kemaren tujuh belasan pas muncul infonya karena saya tidak di lokasi..ada listrik mati tiba-tiba..jadi henya kendala-kendala seperti itu saja, yang sidhnifikan tidak ada,”ungkapnya.

“Dengan antusias masyarakat dan temen-temen media juga ada...kita seneng, kita bisa kolaborasi semuanya,” sambungnya.

Ketua Forum BPD Kabupaten Bekasi, H Karno berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi agar lebih memfokuskan pada bentuk Edukasi di dalam memaknai perayaan HUT RI pada tahun-tahun berikutnya dengan memfokuskan pada aspek religius dan dengan mengedepankan Istighosah bersama di puncak acara menyambut HUT Kemerdekaan RI.

“Kegiatan-kegiatan budaya unu kita ajui bagus. Tapi harapan saya ada semacam Instruksi dari Pemerintah Kabupaten..di malam puncaknya itu kita Do’a Istighosah...itu harapan saya..secara serentak ada himbauan..kalau sekarangkan hanya inisiatof dari Desa masing-masing aja, walaupun budaya-budaya ada hiburan mungkin ada yang dang-dutan..itu budaya kita engga salahkan..tapi harapan saya di ujungnya di tutup dengan Istighosah,” pungkas Ketua BPD Sumber Jaya, H Karno yang juga sebagai Ketua Forum BPD Kabupaten Bekasi.

(Jlambretta)MM

Kamis, 18 Agustus 2022

Pertama Dalam Sejarah, SMSI Jabar Gelar Rakerda Tepat Pada Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia


BEKASI, MM - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jawa Barat membuat sejarah menggelar Rapat Kerja Daerah di Hotel AYOLA Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi tepat di hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2022. Rapat yang dihadiri sebanyak 7 perwakilan pengurus SMSI Kabupaten dan Kota se Jawa Barat digelar di Hotel AYOLA Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi.

"Ini kali pertama Rakerda SMSI tingkat Provinsi digelar pada hari kemerdekaan Republik Indonesia," kata tuan rumah penyelenggara Rakerda SMSI Jawa Barat, Doni Ardon di Hotel AYOLA Cikarang, Rabu, 17 Agustus 2022.

Selain mengambil momentum HUT RI, Rakerda SMSI Jawa Barat dibarengi apresiasi terhadap kinerja stakeholder dan putra terbaik Kabupaten Bekasi atas prestasi di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

"Alhamdulillah terlaksana dengan lancar, semua forkopimda, kepala daerah dan para tokoh di Kabupaten Bekasi hadir dalam pembukaan Rakerda di Plaza District 1 Meikarta Lippo Cikarang," terangnya.

Dalam kesempatan sambutannya, Ketua SMSI Provinsi Jawa Barat, H. Hardiyansyah, SH mengatakan bahwa Rakerda SMSI Provinsi Jawa Barat digelar dalam upaya memberikan pembinaan terhadap anggota.

Selain itu guna menentukan arah arah organisasi agar jelas dan terutama menumbuhkan rasa loyalitas, kekompakan, soliditad dan kebersamaan pada semua anggota.

Hardiyansyah mengapresiasi semua pihak yang turut membantu terselenggaranya Rakerda tersebut.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama para sponsor seperti Bank BJB, LPS, PT Pos Indonesia, Bank BJB Syariah dan Meikarta Lippo Cikarang," jelasnya.

Hadir dalam Rakerda tersebur Wakil Ketua Umum SMSI Yono Haryanto, ketua dan jajaran pengurus SMSI Jawa Barat  para ketua SMSI Kabupaten dan Kota se Jawa Barat.

"Saya mengapresiasi perhelatan Rakerda SMSI tingkat Provinsi Jawa Barat tepat di hari kemerdekaan," kata Yono.

Dia berharap, melalui momentum hari kemerdekaan, SMSI dapat lebih berperan dalam mendorong pembangunan di daerah. 
 
(***) MM

Senin, 15 Agustus 2022

Polres Kampar Turunkan 60 Anggota Dalam Pengamanan Kunjungan Mentri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI


KOUK, MM – Polres Kampar  menggelar personilnya untuk melaksanakan pengamanan dalam rangka kunjungan Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar beserta rombongan, yang menuju ke PBSI LHK Kuok, pada Minggu, (14/08/2022).

Dalam kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI beserta rombongan di Kabupaten Kampar disambut langsung oleh Bupati Kampar Dr.Kamsol didamping Kapolres Kampar, Kepala BPSI LHK Kuok Priyo Kusmedi, Kepala Dinas Lingkunang Hidup Kampar Dr. Aliman Makmur serta Kepala Dinas Tetahana Pangan Kampar Ir. Cokro Aminoto

Kapolres Kampar AKBP Didik Priyo Sambodo SIK menerangkan kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Lehutanan RI beserta rombongan dalam rangka Peresminan Taman Edukasi BPSI LHK Kuok  sekaligus dialok Inter aktif.

AKBP Didik Priyo Sambodo mengatakan telah menurunkan sedikitnya 60 Personil Polres dan Polsek Kuok ditambah, baik Pam terbuka maupun tertutup, yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Kompol Maitertika.

“Pengerahan anggota dalam kunjungan Menteri Lingkungan Hidup RI dilaksanakan guna memberikan kenyamanan dan kelancaran selama kegiatan berlangsung hingga usai” tuturnya.

Kapolres menambahkan dalam rangkaian pengaman mentri Lingkungan hidup di BPSI LHK Kuok serta ditempat yang sama Polres Kampar Juga mengadakan Vaksinasi Merdeka dalam rangka HUT RI Ke 77 dengan Dosis 1, 2 dan 3 (Booster) yang dilaksanakan oleh Polsek Bangkinang Barat dan Puskemas Kuok.

Dalam kunjungan mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di BPSILHK Kouk selesai kurang lebih pukul 11.00 WIB, sementara situasi di lokasi dalam pantauan Awak Media terlihat aman terkendali.

(Boim) MM

Sabtu, 13 Agustus 2022

Waspadai Radikalisme Merambah Dunia Pendidikan, Wakapolri : Terorisme Adalah Kejahatan Kemanusiaan, Bukan Gerakan Keagamaan!


JAKARTA, MM - Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, memasuki tahun ajaran baru, dunia pendidikan, khususnya tingkat Perguruan Tinggi harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap paham dan gerakan kekerasan, terutama yang ditujukan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dengan legitimasi yang didasarkan pada pemahaman agama yang salah. Paham dan gerakan tersebut adalah intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Menurutnya, berdasarkan catatan Global Terrorism Index 2022 menyebut bahwa sepanjang tahun 2021, terdapat 5.226 aksi terorisme di seluruh dunia. Korban meninggal dunia yang berjatuhan akibat aksi tersebut mencapai 7.142 jiwa.

"Tidak sedikit dari jumlah tersebut adalah anak-anak, perempuan, dan golongan usia renta; hal ini menunjukkan bahwa terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, bukan gerakan keagamaan," kata Gatot dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/8/2022) di Jakarta.

Di Indonesia, kata Gatot, data yang dimiliki oleh Densus 88 terkait aksi terorisme dan penangkapan terhadap pelakunya juga menunjukkan angka yang tinggi. Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari penyebaran paham dan gerakan radikalisme dan intoleransi yang utamanya, menyasar kalangan anak-anak muda, termasuk dengan masuk ke wilayah pendidikan.

"Dalam lima tahun terakhir ini saja, dunia pendidikan kita, khususnya kampus, masih menjadi incaran utama kelompok radikal-terorisme," katanya.

Jenderal bintang tiga ini menjelaskan, proses infiltrasi paham dan gerakan radikal dan ekstremisme masuk dengan berbagai cara, mulai dari menyusup di kegiatan-kegiatan keagamaan (CISForm, 2018), masjid-masjid kampus (INFID, 2018), dan persebaran buku-buku (PPIM, 2018).

Pola penyebarannya pun tidak lagi dilakukan hanya melalui medium dakwah dan forum-forum halaqah, tetapi sudah merambah ke media sosial (cyber space) dan jalur-jalur pertemanan.
 
"Hasilnya, sebagaimana dilaporkan PPIM (2020), 24,89% mahasiswa Indonesia terindikasi memiliki sikap intoleran. Dari sumber lain, Alvara Research (2020) melaporkan bahwa 23,4% mahasiswa dan pelajar Indonesia mengaku anti-Pancasila dan malah pro-khilafah. Data-data ini tentu mengkhawatirkan, tetapi bukan berarti tidak bisa kita kalahkan," katanya. 

Sel Tidur

Sebagai pintu terakhir sebelum menggumpal menjadi terorisme, radikalisme adalah sikap atau mental yang menyetujui dan mendukung penggunaan aksi-aksi kekerasan untuk mencapai suatu tujuan.

Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. secara lebih spesifik menjelaskan bahwa seseorang dapat dicurigai terjangkit radikalisme apabila menunjukkan bentuk-bentuk aksi seperti mengapresiasi aksi terorisme, tidak mengecam aksi terorisme, menunjukkan dukungan melalui unggahan di media sosial, mencurigai aksi teror sebagai rekayasa, dan sebagainya.

"Jika sikap dan pemahaman ini tidak segera diintervensi, sangat mungkin seseorang yang sudah radikal menjadi teroris. Yang bersangkutan bukan lagi mendukung dan menyetujui aksi-aksi kekerasan, tetapi sudah terlibat langsung dengan menjadi pelaku atau eksekutor aksi-aksi kekerasan tersebut," ujar Gatot.

Hal yang harus dipahami bersama, lanjut Gatot, radikalisme terjadi secara bertahap dan dengan kadar yang berbeda-beda pula. Umumnya, radikalisme bermula dari intoleransi, yakni sebuah pemahaman dan sikap yang menolak keberadaan kelompok lain; risih dengan perbedaan.

"Itu sebabnya, tidak sedikit pakar dan pengamat yang menyebut radikalisme ibarat sel tidur yang sewaktu-waktu dapat tergerak untuk melakukan aksi-aksi anarkis," katanya.

Lima Sebab

Ia pun memaparkan ada lima sebab kenapa anak-anak muda tertarik pada narasi atau bahkan gerakan intoleran dan radikal. Pertama, mereka sedang mencari identitas diri. Studi yang dilakukan oleh The United States Institute of Peace pada 2010 menunjukkan bahwa 2.032 militan asing jaringan Alqaeda berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar; mereka adalah orang-orang yang sedang mengembara untuk menemukan jati dirinya.

Kedua, mereka membutuhkan perasaan kebersamaan. Kelompok teroris pandai memanfaatkan para remaja yang sedang resah terhadap kondisi emosionalnya. Mereka ingin mencari kebersamaan yang kadang tidak mereka dapatkan dari keluarganya.

Ketiga, mereka ingin memperbaiki apa yang dianggap mencederai rasa keadilan. Para remaja ini memiliki semangat yang menggebu-gebu dan idealisme yang tinggi untuk melakukan perubahan, hal inilah yang juga dimanfaatkan oleh kelompok teroris.

Keempat, mereka sedang membangun citra diri. Kelompok remaja sangat ingin terlihat menonjol atau eksis, karenanya mereka cenderung tidak segan untuk melakukan berbagai cara untuk tampil impresif, termasuk di antaranya adalah dengan menjadi bagian dari kelompok dan gerakan ekstremis.

Kelima, mereka memiliki akses yang luas untuk berinteraksi dengan siapa pun di dunia maya, termasuk dengan kelompok radikal. Persinggungan di dunia maya inilah yang kerap menjadi permulaan bagi kalangan muda untuk bergabung dengan kelompok teroris.

"Khusus pada poin terakhir, banyak kalangan yang menyebut media sosial telah membuat kalangan anak-anak muda semakin rentan, terutama –sebagaimana dikemukakan dalam temuan Wahid Foundation (2017)—karena kalangan muda lebih senang belajar agama dari media sosial, dengan ustaz/ah yang belum tentu terjamin kualitas keilmuan dan akhlaknya," katanya.

Melawan Dengan Kebersamaan

Gatot mengatakan, penanggulangan bahaya radikalisme dan terorisme di kalangan perguruan tinggi harus diprioritaskan, selain karena hal ini merupakan bagian dari tiga dosa besar di dunia pendidikan yang sedang gencar dihilangkan oleh pemerintah, radikalisme dan terorisme juga berpotensi besar menghancurkan bukan saja negara, tetapi kemanusiaan dan peradaban kita.

Untuk itu, Polri serius membangun kerja sama dengan universitas-universitas di Indonesia untuk melawan segala bentuk ajaran dan gerakan kekerasan. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kesiapsiagaan nasional, masifikasi program kontra-ideologi, deradikalisasi, netralisasi media, serta netralisasi situasi.

"Pihak kampus pun harus lebih aktif menjadi, meminjam istilah Kadensus 88, kampus inklusi anti-intoleransi. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan pertama, membuka lebih banyak ruang perjumpaan di dalam kampus; tak boleh ada organisasi mahasiswa yang bersifat eksklusif. Kampus juga harus tegas soal regulasi anti-radikalisme di internal masing-masing. Hal ini diwujudkan salah satunya dengan kesepakatan bersama untuk selalu patuh dan menjunjung tinggi empat komitmen dasar negara, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Kampus juga harus selalu memastikan materi pembelajaran mengandung pandangan keagamaan moderat dan bernuansa wawasan kebangsaan," paparnya.

"Hanya dengan komitmen dan kebersamaan, kita dapat bersama-sama mengalahkan paham dan gerakan kekerasan," tandasnya mengakhiri.

(*) MM

Jumat, 12 Agustus 2022

TNI AL Gelar Talkshow Kupas Kehebatan 'Ratu Kalinyamat' Dengan Keynote Speaker, Megawati Soekarnoputri

JAKARTA, MM - Dalam rangka menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian generasi muda akan sejarah perjuangan para pahlawan dalam mempertebal kebanggaan sebagai bangsa, sekaligus untuk menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang dan berkorban demi bangsanya serta dapat dijadikan tauladan dalam membela negara, TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar talkshow dengan tema “Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara”. (11/08/2022).

Talkshow tersebut dilaksanakan di atas Geladak KRI Dewaruci yang sedang sandar di Dermaga Mako Kolinlamil, Jakarta Utara, Kamis (11/08) menghadirkan Keynote Speaker Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri. 

Ratu Kalinyamat merupakan salah satu putri dari Raja Demak Trenggana (1521-1546) adalah seorang ratu dari Kerajaan Kalinyamat di Jepara satu-satunya raja wanita pada abad-16 yang berani dan berhasil membangun kekuatan angkatan laut yang besar dan kuat sekaligus membangun pakta pertahanan dengan Cirebon, Banteng, Palembang, Aceh, Malaka, serta Tidore untuk menyerang Portugis. Perjuangannya bukan hanya berperang untuk membela Jepara, tetapi lebih luas lagi untuk membebaskan koloni-koloni Portugis di Nusantara sehingga Portugis mencatatnya sebagai rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame, yang berarti "Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani". 

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Talkshow ini bertujuan untuk mengulas perjuangan tokoh besar maritim nusantara yang juga memiliki visi kemaritiman yang sangat kuat, yaitu Ratu Kalinyamat. Keberaniannya menentang penjajah, Portugis menyebutnya sebagai Ratu Jepara, seorang wanita yang kaya dan berkuasa serta seorang perempuan pemberani. Bagi bangsa Indonesia, negara dengan tiga per empat wilayah berupa perairan, tokoh dengan visi kemaritiman yang kuat serta kesadaran akan pentingnya pertahanan matra laut yang tangguh, seperti Bung Karno, ibu Megawati, Presiden Joko Widodo dan Ratu Kalinyamat sangatlah penting. 

“Berada di KRI Dewaruci juga mengingatkan semua pihak akan tradisi pelayaran keliling dunia bangsa indonesia sebagai bangsa pelaut, yang setelah kemerdekaan digelorakan kembali oleh Presiden pertama RI Bung Karno, dimana pada tahun 1964 beliau memerintahkan pelayaran keliling dunia dengan sandi operasi Sang Saka Melanglang Jagad, menggunakan KRI Dewaruci ini,” ujar Kasal. 

Melalui kegiatan ini Kasal berharap para generasi penerus bangsa dapat meneladani semangat kepahlawanan Ratu Kalinyamat, sekaligus mendukung usaha bersama untuk memperjuangkan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional. 

Beberapa narasumber yang dilibatkan dalam kegiatan ini yakni Wakil Ketua MPR Dr. Lestari Moerdijat, Pengamat Bidang Militer Dan Pertahanan Keamanan yang juga seorang akademisi dan penulis, Dr. Connie Rahakundini Bakrie,Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut (Kadisjarahal) Laksma TNI Ir. Eko Gajah Seno, dan Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan, Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Alamsyah, serta Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Drs. Ratno Lukito, sebagai penyimpul akhir, dimoderatori manager PR Metro TV Widyaningrum Surya Nugraha. 


Selain itu juga dihadiri Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono, para Pejabat Utama Mabesal, Pangkotama wilayah Jakarta, Mantan Kasal Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh, Budayawan Sujiwo Tejo, Ketua Dewan Pers Nasional, Pemimpin Redaksi (Pimred) Metro TV, Rektor Uninsu Jepara, PLT Bupati Jepara, Kepala Perpustakaan Nasional, Kepala Arsip Nasional, Kepala OR Arbastra, Kepala Pusat Riset Arkeologi, Prasejarah dan Sejarah, Kepala Arkeologi Lingkungan Maritim dan Budaya Berkelanjutan Prasejarah dan Sejarah, Kepala Arkeolog Nasional, Staf Ibu Megawati, Staf Wakil Ketua MPR, Pengamat Maritim, Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Mahasiswa Sekolah Tinggi llmu Pelayaran Jakarta (STIP), Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Mahasiswa Akademi Maritim Indonesia (AMI) ASMI, Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN) dan Perwakilan Perwira KRI di Lingkungan Kolinlamil. 

(Nano) MM

Satgas Garuda Bhayangkara Indonesia FPU 3 MINUSCA Meraih Penghargaan Internasional Dari PBB di Afrika Tengah


AFRIKA, MM - Satuan Tugas Garuda Bhayangkara FPU 3 MINUSCA (United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic), Anggota kepolisian yang tergabung dalam FPU memiliki tugas dan wewenang sesuai mandate dari PBB. Antara lain untuk melindungi warga sipil dan menjaga fasilitas PBB.

Dibawah Kepemimpinan kepala satuan tugas Kombes Pol Raymond Marcellino Masengi yang merupakan mantan Kapolres Sanggau dan Singkawang di Polda Kalbar, FPU 3 MINUSCA melaksanakan Upacara Medal Parade di Lapangan Apel Garuda Camp, tampak tamu dari perwakilan PBB dan Perwakilan Negara yang tegabung dalam misi Minusca hadir didalam Garuda Camp, Bangui, Republik Afrika tengah, Rabu (10/08)
 
Putra dan Putri Polri terbaik seluruh  Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan meraih penghargaan UN Medal yang disematkan langsung oleh Deputy SRSG ( Special Representative of Secretary General ) Mrs. Lizbeth Cullity, setelah penyematan penghargaan itu FPU 3 MINUSCA menampilkan Tarian Tradisional dan Tarian Bersama.

Atas kerja keras dan Dedikasi tinggi serta menjalankan tugas dengan intensitas tinggi berbagai Konflik dinegara tersebut, FPU Indonesia berhasil dibenua hitam Republik Afrika Tengah dalam menjalankan misi ini, PBB memberikan penghargaan dan apresiasi tinggi kepada Kontingen Garuda FPU 3 Minusca.

Tak hanya itu dalam rangkaian acara medal parade ini personel Polda Kalbar juga menampilkan Tarian Khas kalimantan barat yakni Tidayu (tionghoa,dayak dan melayu) dihadapan para pejabat UN dan Minusca, Sorak meriah tepuk tangan diberikan kepada Tim tari dengan penampilan yang sangat memukau membawakan budaya tradisional tarian di hadapan mata dunia.

"Kami sangat beterimakasih kepada PBB yang telah memberikan Penghargaan atas kerja keras kami dalam menjalankan tugas dengan intesitas sangat tinggi, dimulai dari memberikan pelayanan pelindungan kepada warga sipil, menjaga aset pbb, hingga pasukan SWAT FPU INDO melakukan intensitas pelindungan tinggi terhadap warga yang disektor dari ancaman bahaya, Kami juga beterimakasih kepada Warga Indonesia yang sudah mendukung dan mendoakan kami hingga kami bisa tetap menjaga nama baik indonesia dengan torehan prestasi ini, " ujar Kasatgas FPU Indo.

Hal yang paling berkesan dalam acara Medal Parade tersebut dan yang selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh personel FPU adalah interaksi tamu undangan dengan para pengisi acara melalui tarian bersama saat di penghujung acara yaitu Tari Jerusalema secara massal. Dan tentunya juga hidangan santap siang bersama pasukan, tamu undangan dan masyarakat lokal yang hadir saat itu.

Berakhirnya Upacara Medal Parade ini FPU 3 Minusca akan dijadwalkan kepulangan ke tanah air pada bulan september mendatang, dengan harapan tanpa kekurangan sedikitpun selama sampai akhir misi ini.

(Jono) MM

Sumber : Kasatgas FPU Indonesia

Rabu, 10 Agustus 2022

Satgas Pamtas Indonesia-Malaysia Berhasil Menggagalkan Peredaran Narkotika Jenis Sabu di Kab.Bengkayang


KALIMANTAN BARAT, MM - Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Indonesia - Malaysia Yonif 645/Gardatama Yudha menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu di wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Selasa (9/8/22). Barang bukti 11 paket sabu seberat 96 gram diamankan dari tiga orang pelaku inisial AR (26), DN (22) dan CT (22). Ketiganya merupakan masyarakat Dusun Jagoi, Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang, Bengkayang. Upaya penggagalan peredaran sabu tersebut dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonif 645/Gty bersama dengan personel Polsek Jagoi Babang.(10/08/2022).

"Penggagalan peredaran sabu tersebut dipimpin oleh Wadansatgas Kapten Inf Agus Dwi Prabowo bersama dengan 22 orang anggota gabungan dari Satgas Yonif 645/Gty dan Polsek Jagoi Babang," kata Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Hendra Purwanasari melalui keterangan tertulis pada hari ini di Pontianak.

Kapendam XII/Tpr mengungkapkan, awal mula kejadian, sekira pukul 02.30 WIB, Danki SSK II Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty Lettu Inf Prayudy mendapat Informasi dari Kapolsek Jagoi Babang AKP Dhanie bahwa pihaknya menangkap 1 orang terduga membawa narkotika jenis sabu. 

"Setelah dilakukan pengembangan, didapat informasi dari terduga tersebut, bahwa akan ada orang yang melintas masuk dari Malaysia ke Indonesia di sekitar gubuk daerah titik Nol PLBN," ungkap Kapendam.

Selanjutnya kata Kapendam, "Dan SSK II melaporkan kepada Wadansatgas Kapten Inf Agus Dwi Prabowo untuk melaksanakan Ambush secara gabungan bersama Polsek Jagoi Babang ditempat yang dicurigai tersebut. Selanjutnya sekira pukul 04.46 WIB, Tim gabungan melihat satu orang melintas sesuai informasi yang telah didapatkan, kemudian tim melaksanakan penjejakan fisik menuju gubuk tempat terduga menyimpan narkotika tersebut,"paparnya dalam rilis tertulis.

"Selanjutnya," sambung Kapendam,"Pada pukul 06.00 WIB,  Tim masuk ke gubuk tempat terduga secara serentak setelah adanya tembakan dari dalam gubuk yang dilakukan oleh terduga kepada Tim menggunakan senapan PCP. Terduga berhasil diamankan beserta barang bukti 11 paket sabu seberat kurang lebih 96 gram."

"Dari hasil pemeriksaan sementara ketiga pelaku mengakui sabu tersebut dikonsumsi dan untuk diedarkan di sekitaran Jagoi. Untuk saat ini ketiga pelaku dan barang bukti telah diserahkan ke Polsek Jagoi Babang untuk mengikuti proses hukum selanjutnya," tutup Kolonel Inf Hendra Purwanasari dalam rilis tertulisnya.

(Idam) MM

MEDIA MAJAPAHIT

MEDIA MAJAPAHIT

BERITA TER UP-DATE

Ditengarai Tak Kantongi Izin Pabrik Tahu Tetap Operasi Ditanah PJT, Desa Mangunjaya : Tak Berizin, Tak Bayar Pajak!

KABUPATEN BEKASI ,   MEDIA MAJAPAHIT - Pabrik pembuatan tahu berdiri diatas bantaran  kali jambe  disinyalir tak miliki izin alih fungsi da...

BERITA TERKINI


MEDIA MAJAPAHIT

MEDIA MAJAPAHIT

POSTINGAN POPULER