Rabu, 07 Februari 2024

Tak Becus Kerja, Warga Keluhkan Antrian Pembagian Beras 10 Kg PT Pos Indonesia Dan Kemensos di Desa Tridaya Sakti


KABUPATEN BEKASI, MM -  Badan Pangan Nasional melalui Kementerian Sosial bekerjasama dengan PT Pos Indonesia (BUMN) memberikan Bantuan Pangan untuk masyarakat sebanyak 10 kg beras perkepala keluarga untuk seluruh warga Desa Tridaya Sakti yang di nilai layak untuk mendapatkan bantuan pangan berdasarkan DTKS. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (7/02/2024).

Hasan petugas PT Indonesia Pos mengatakan, bantuan beras 10 kilogram ini diberikan kepada warga masyarakat yang ada di Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan untuk keluarga penerima manfaat (KPM).

“Ada sekitar penerima manfaat 666 yang terdata di Desa Tridayasakti, ” jelasnya.

Program Bansos Beras 10 Kilogram Tahap 1 ini merupakan respons dari Pemerintah kepada masyarakat, bantuan ini tidak hanya membantu KPM secara langsung, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas harga pangan.

“Dengan memberikan bantuan pangan ini, diharapkan tidak ada lonjakan harga yang signifikan selama periode ini, ” kata Hasan.

Warga Keluhkan Pengaturan Pembagian Beras Tidak Tertib

Sementara Warga Rt 03/Rw 03, Ahmad saat di konfirmasi Awak media mengatakan bahwa, " Ini ada bantuan 10 kilogram beras dari  form yang tertulis disitu Pos Indonesia," Katanya.

"Awalnya sih ada pemberitahuan dari Ketua Rt bahwa ada pembagian beras di Desa sebesar 10 Kilogram, hanya beras aja, acara di mulai dari jam 9:00, cuma karena antusias warga sampai zuhur belum selesai, pembagian ini untuk seluruh warga Desa Tridaya Sakti, tapi mungkin melihat situasi seperti ini jadi  tidak hari ini kelar, mungkin bertahap," jelasnya.

Ditanyakan terkait ada atau tidaknya kendala proses pembagian beras tersebut Ahmad mengatakan bahwa , " Kendalanya mungkin di system pembagiannya saja ya mungkin, kayak tadi pengeras suara yang kurang jelas ditambah antriannya yang membludak tapi di buka cuma satu pintu aja, sehingga terlihat tidak beraturan dan desak-desakkan serta makan waktu lama," terangnya.

"Kan harusnya di buat dua Posko untuk mengurangi antrian yang membludak kayak sekarang ini,tapi ini di biarkan saja, ya jadinya seperti ini," tandas Ahmad Warga Rt 03/Rw 03 membeberkan.
 
Sedangkan sejumlah warga lainnya yang telah lama menunggu antrian juga mengungkapkan keluhannya terkait suara pemanggilan yang kurang terdengar ditambah dengan membludak antrian yang panjang dan tidak efisien.
 
"Iya ngantrinya lama bangat, lha kita dari pagi pak sampe siang gini nunggunya lama bangat," kata M dan S pada Awak media.
 
"Ini kerjanya pada kege bener, mustinya di bikin dua atau tiga pintu, biar kaga lama kayak gini,"tukas mereka menggerutu.

(JLambretta) MM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


MEDIA MAJAPAHIT

MEDIA MAJAPAHIT

BERITA TER UP-DATE

Indikasi Selewengkan Anggaran, PPDI Desak Jaksa Agung Periksa Aliran Dana APBN Pada Dewan Pers Dan PWI Pusat

JAKARTA, MM - Keprihatinan tentang praktik Kejahatan Luar Biasa Koruspi dan bahkan Praktik Kemafiaan di semua sektor, termasuk Pertambangan ...

BERITA TERKINI


MEDIA MAJAPAHIT

MEDIA MAJAPAHIT

BERITA LAINNYA